Tradisi Kenduri menjelang hari Raya Idul Fitri
Kenduri dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti
perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, meminta berkah, dan sebagainya. Kenduri atau yang lebih dikenal dengan sebutan
Selamatan atau Kenduren (sebutan kenduri bagi masyarakat Jawa)
telah ada sejak dahulu sebelum masuknya agama ke Nusantara.
Dalam
praktiknya, kenduri merupakan sebuah acara berkumpul, yang umumnya dilakukan
oleh laki-laki, dengan tujuan meminta kelancaran atas segala
sesuatu yang dihajatkan dari sang penyelenggara yang mengundang orang-orang
sekitar untuk datang yang dipimpin oleh orang yang dituakan atau orang yang
memiliki keahlian dibidang tersebut. Seperti :
Kiayi ataupun orang yang dituakan di desa tersebut.
Pada
umumnya, kenduri dilakukan setelah bada isya, dan disajikan sebuah nasi tumpeng
dan besek (tempat yang terbuat dari anyaman bambu bertutup bentuknya segi empat
yang dibawa pulang oleh seseorang dari acara selametan atau kenduri) untuk tamu
undangan
Tradisi
Kenduren yang dilakukan masyarakat menjelang hari Raya Idul Fitri, salah
satunya yang dilakukan di desa Bulurejo, Blagung, Simo, Boyolali (14/06/2018)
Anak
kecil bahkan sampai orang tua antusias menyambut datangnya hari Raya Idul
Fitri, mereka merayakan nya dengan takbiran bersama dan dilanjutkan makan
bersama (Kenduren) kegiatan yang
dilakukan sebagai bentuk ucapan rasa syukur setelah satu bulan berpuasa.
Kegiatan
yang dilakukan rutin setiap 1 tahun sekali menjelang hari Raya Idul Fitri makanan
yang dibawa adalah hasil bumi seperti pisang, nasi ketan dsb, dan ada salah
satu makanan yang unik yaitu Apem
Contong.
Kue
Apem dan pisang Raja biasanya sudah melekat menjadi satu yang merupakan simbol Tolak Bala.
Dan
istilah Apem sendiri berasal dari bahasa Arab, afuan/afuwan yang berarti
ampunan, berkaitan dengan penggunaan makna tersebut masyarakat Jawa biasanya
membuat apem saat bulan suci Ramadhan salah satunya yaitu menjelang hari Raya
Idul Fitri.
By : Dandi Bahtiar
By : Dandi Bahtiar


Komentar
Posting Komentar