Tradisi Kirab Haul di makam Kyai Singoprono




Boyolali-Desa nglembu, Kecamatan Sambi ada tradisi Kirab Haul. Haul sendiri adalah peringatan meninggalnya Ki Ageng Singoprono, seorang tokoh penyebar Islam yang merupakan keturunan dari penguasa Majapahit, Raja Brawijaya V, pelaksanaan kirab ini diikuti oleh ribuan peziarah.
Sebelum prosesi utama yang digelar di petilasan yang berada di puncak bukit, prosesi diawali dengan kirab dari kaki bukit, mengusung berbagai tumpeng dan beragam pusaka Keraton Kasunanan Surakarta yang dibawa oleh sentono dalem keraton. Di belakang rombongan kirab, ribuan peziarah mengikuti prosesi dengan khidmat. Sesampainya di area malam, digelar pengajian dan doa bersama yang dilakukan dengan khusyuk.
Adanya semangat prosesi haul dilandasi untuk mengenang dan melestarikan perjungan Ki Ageng Singoprono yang babat alas dalam menyebarkan agama islam, khususnya di wilayah Boyolali dan sekitarnya.
Dalam masa penyebaran agama Islam tersebut, Ki Ageng Singoprono menjabat sebagai Demang Singowalen, sebuah wilayah yang saat ini berada di wilayah Kecamatan Simo.
Ratusan santri ikut dalam prosesi untuk mengenal lebih dekat tokoh yang menyebarkan islam di wilayah Boyolali, khususnya di wilayah Simo dan sekitarnya.
Salah satu peziarah asal Desa Canden, Kecamatan Sambi berharap, peringatan yang diselenggrakan dengan tradisi kirab dan proses lain ini bisa terus digelar secara rutin. Menurutnya, kegiatan ini penting, terutama untuk menandai titik dimana Islam disebarkan di wilayah Simo dan sekitarnya. Adanya prosesi tradisi dalam haul juga punya arti positif untuk tetap melestarikan budaya turun temurun yang saat ini mulai terlupakan oleh generasi yang lebih muda.


By : Dandi Bahtiar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jajanan Khas Desa Andong Boyolali

Destinasi Wisata di Kabupaten Karanganyar

Cafe Tiga Tjeret Angkringan Modern untuk Anak Muda